BBPP Binuang

LOYALITAS DAN KOMITMEN KERJA SEORANG PEGAWAI

25 Juni 2013, 10:36:06 / Artikel Umum / Hits : 3416 / Posted by

 

Oleh : Toni Nugraha

 

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar istilah ‘uang bukanlah segalanya’. Mungkin ungkapan ini benar bagi sebagian orang, mengingat banyak sekali pegawai yang memilih keluar atau mengajukan pindah ke organisasi lain dengan alasan bukan hanya semata karena uang. Faktor yang disinyalir menjadi munculnya keinginan keluar atau pindah yaitu pertama kenyamanan kerja (bisa berupa lingkungan fisik dan sosial), pemberian fasilitas, serta pengakuan dari organisasinya terhadap peran dia sebagai seorang pegawai.

 

Apabila kita ilustrasikan ungkapan diatas dengan seorang pemain sepak bola, tidak jarang pemain sepak bola professional khususnya di benua eropa meminta dijual atau diputus kontraknya oleh klub hanya karena jarang diberikan kesempatan bermain secara reguler. Secara sepintas kita berfikir, betapa enakanya, dia bisa mendapatkan uang yang banyak hanya dengan duduk manis di bangku cadangan melihat rekan-rekannya bermain. Akan tetapi kenyataannya banyak sekali pemain sepak bola lebih memilih bermain di klub yang kurang bersinar dari segi sejarah dan prestasi dan mungkin gajinya lebih kecil asalakan dia bisa diberikan kesempatan untuk bermain secara reguler.

 

Kesempatan? ......

Kesempatan adalah faktor penting dalam sebuah organisasi, bagai mana tidak, betah atau tidaknya seorang pegawai ternyata bisa disebabkan oleh hal yang mungkin dianggap sepele yaitu kesempatan. Kesempatan untuk berkembang, kesempatan aktualisasi diri, dan masih banyak kesempatan-kesempatan yang lainnya.

 

Seandainya kita dalam posisi seperti di atas? Hanya komitmen dan loyalitas jawabannya.

 

Kita tentu sepakat, bahwa kemajuan sebuah negara bukan berdasarkan jumlah penduduk yang banyak atau jumlah Sumberdaya Alam yang melimpah, melainkan kualitas SDM yang ada pada negara tersebut. Dan kita juga tentu sepakat, bahwa bagus atau tidaknya sebuah organisasi tidak ditentukan oleh banyak atau sedikitnya jumlah pegawai yang ada didalamnya, melain kualitas dari pegawai itu sendiri.

 

Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang membutuhkan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Masih terbatasnya tenaga kerja yang professional dan terampil membuat organisasi berusaha mempertahankan pegawai sebagai salah satu aset utama yang perlu dipertahankan untuk menunjang efisiensi dan produktivitas organisasi. Adanya loyalitas yang tinggi akan memberikan pengaruh positif, yaitu menimbulkan kepuasan kerja, semangat kerja, prestasi kerja yang baik dan keinginan untuk tetap bekerja pada organisasinya. Semua organisasi biasanya menuntut kepada pegawainya untuk mempunyai loyalitas yang tinggi tetapi jarang memperhatikan keinginan pegawainya. Pada masa sekarang ini, loyalitas pegawai tidak hanya terbentuk dari pemberian gajih saja tetapi mereka juga menuntut adanya apresiasi yang lebih sebagai penghargaan atas pekerjaanya serta lingkungan kerja yang mendukung mereka dalam menyelesaikan pekerjaannya.

 

Dalam dunia kerja, komitmen seseorang terhadap organisasi seringkali menjadi isu yang sangat penting. Saking pentingnya hal tersebut, sampai-sampai unsur komitmen sebagai salah satu syarat untuk memegang suatu jabatan pekerjaan. Sayangnya meskipun hal ini sudah sangat umum namun tidak jarang organisasi  maupun pegawai masih belum memahami arti komitmen secara sungguh-sungguh.  Padahal pemahaman tersebut sangatlah penting agar tercipta kondisi kerja yang kondusif sehingga organisasi dapat berjalan secara efisien dan efektif.

 

Menurut Ubaidilah. 2006. komitmen adalah bentuk nyata dari sebuah kesungguhan, dari mulai level menggagas sampai level menjalankan, from the world of word to the world of action, dari konsep ke praktek.

 

Kuntjoro (2002), mendefinisikan komitment organisasi sebagai kekuatan yang bersifat relatif dari individu dalam mengidentifikasikan keterlibatan dirinya kedalam bagian organisasi. Hal ini dapat ditandai dengan tiga hal, yaitu :

1.        Penerimaan terhadap nilai-nilai dan tujuan organisasi.

2.        Kesiapan dan kesedian untuk berusaha dengan sungguh-sungguh  atas nama organisasi.

3.        Keinginan untuk mempertahankan keanggotaan di dalam organisasi (menjadi bagian dari organisasi).

 

Sedangkan Richard M. Steers (1985 : 50) dalam kuntjoro, 2002. mendefinisikan komitmen organisasi sebagai rasa identifikasi (kepercayaan terhadap nilai-nilai organisasi), keterlibatan (kesediaan untuk berusaha sebaik mungkin demi kepentingan organisasi) dan loyalitas (keinginan untuk tetap menjadi anggota organisasi yang bersangkutan) yang dinyatakan oleh seorang pegawai terhadap organisasinya. Komitmen terhadap organisasi artinya lebih dari sekedar keanggotaan formal, karena meliputi sikap menyukai organisasi dan kesediaan untuk mengusahakan  tingkat upaya yang tinggi bagi kepentingan organisasi demi pencapaian tujuan. Berdasarkan definisi ini, dalam komitmen organisasi tercakup unsur loyalitas terhadap organisasi, keterlibatan dalam pekerjaan, dan identifikasi terhadap nilai-nilai dan tujuan organisasi.

 

Secara singkat pada intinya beberapa definisi komitmen organisasi dari beberapa ahli diatas mempunyai penekanan yang hampir sama yaitu proses pada individu (pegawai) dalam mengidentifikasikan dirinya dengan nilai-nilai, aturan-aturan, dan tujuan organisasi. Disamping itu, komitmen organisasi mengandung pengertian sebagai sesuatu hal yang lebih dari sekedar kesetiaan yang pasif terhadap organisasi, dengan kata lain komitmen organisasi menyiratkan hubungan pegawai dengan organisasinya secara aktif. Karena pegawai yang menunjukkan komitmen tinggi memiliki keinginan untuk memberikan tenaga dan tanggung jawab yang lebih dalam menyokong kesejahteraan dan keberhasilan organisasi tempatnya bekerja.

 

 

Sumber :

Kuntjoro, Zaenuddin Sri. 2002. Komitmen Organisasi. [terhubung berkala],   http://www.google.com. [17 November 2011].

Triana Sari, Yuni. 2005. Hubungan Antara Persepsi Terhadap Insentif dan Lingkungan Kerja dengan Loyalitas Kerja. [terhubung berkala]. http://www.google.com. [17 November 2011].

Ubaidilah, AN. 2006. Empat Prinsip Membangun Sistem. [terhubung berkala]. http://www.google.com.  [17 November 2011].

Yashihara, Mariko, A. Banyak Hal Yang Menyebabkan Seeorang Pegawai Tidak Loyal Pada Perusahaan. [terhubung berkala]. http://www.google.com. [17 November 2011].

 

Print

Berita Lainnya :


Tinggalkan Komentar Anda
Nama
URL
Komentar
Kode Verifikasi 198 + 8 = ?

Info Lelang

LPSE Kabupaten Tapin

Sistem Informasi

SIDAYA
SIREGE
E-LIBRARY
E-LEARNING
KOMUNITAS
WIDYAISWARA

Banner

Kabupaten Tapin

Link

  1. Facebook Twitter You Tube

Statistik

Total Hits
Pengunjung
Hari Ini
Hits Hari Ini
Online
IP
Browser
: 182743
: 62818
: 27
: 534
: 2
: 54.234.59.94
: Other

Kontak Admin

w21_samodra

Polling

Website ini menurut anda?

 Sangat menarik

 Menarik

 Cukup

 Jelek